Kebodohan yang lain: Cinta

Here it comes my another stupidity…..

Cinta, itulah kebodohan berikut yang bisa saya pikirkan. Hal paling bodoh diantara semua yang bodoh.Yang paling membodohi diantara semua pembodohan. Suatu duri dalam daging, suatu virus dalam pikiran manusia. Kalau tidak percaya, atau ingin berdebat, silahkan, saya siap melayani semua orang bodoh yang ingin membela kebodohannya. sambil menunjukan bahwa dia sebenarnya bodoh, sudah dibodohi, hahahahahahahahahahahahahaha!!!!!!!

Ok. Inilah faktanya; Pernahkah anda memimpikan seorang lawan jenis, lalu melakukan sexual intercourse dengannya? Atau sekedar membayangkan dalam pikiran. Anda pasti sudah membentuk dalam pikiran anda, hmmmmm betapa nikmatnya itu ya! Kenyataannya, hanya ada dua species didunia ini yang memperlakukan seks sebagai sebuah kenikmatan, sebagai sarana untuk menyalurkan keinginan sambil bersenang-senang (ada yang menganggapnya sebagai sarana rekreasi pelepas kepenatan dan untuk membuang kejenuhan, ada yang menjadikannya sarana penyombongan diri). Kedua binatang itu adalah lumba-lumba dan manusia (menurut ilmu biologi, kita ini binatang lo). P.S. Kedua binatang ini adalah binatang terpintar didunia. Sehingga, anda bisa lihat bahwa kepintaran kedua makhluk ini membawa mereka ke level baru yang lebih tinggi dalam ranah persenggamaan. Hewan lain selain kedua hewan ini, memperlakukan seks hanya sebagai rutinitas, keharusan, insting yang menuntun mereka yang adalah hasil dari seleksi alam ketat yang memungkinkan spesies mereka bertahan hidup diplanet yang kejam ini. Insting yang sama yang membuat banyak burung berimigrasi. Insting yang sama yang membuat ikan salmon pergi dari kenikmatan air laut dan melewati derasnya arus sungai untuk bertelur kehulu. Menaruh nyawa mereka kedalam resiko untuk mati sia-sia, dan sudah pasti, tidak akan kembali ke laut hidup-hidup. Insting yang membuat spesies mereka tetap ada, sehingga membuat beberapa spesies rela mengorbankan nyawa untuk mendapatkan pasangan untuk meneruskan keturunan.

Tetapi manusia punya satu keunggulan yang tidak dimiliki oleh semua makhluk lain diatas lumba2. Yang membuat manusia spesial. Yang membawa manusia setingkat lebih tinggi dalam ranah persenggamaan diatas lumba2. Keunggulan tersebut bernama CINTA. Hanya otak manusia yang mampu menciptakan cinta dan hanya manusialah yang bisa merasakan cinta. Itu membuat manusia sebagai mamalia yang bisa ber monogamus (punya satu pasangan sampai mati). Sebenarnya dari mana asalnya cinta ini?

Hormon yang bisa disalahkan atas adanya cinta ini katanya bernama dophamine. Dophamine adalah hormon yang membuat kita jatuh cinta. Ketika kita melihat orang yang menarik perhatian kita, dophamine akan bekerja dan ketika beraksi dalam syaraf kita akan memberikan efek halusinasi, kesenangan, kenikmatan, kebahagiaan, sehingga benarlah kata punjangga dulu bahwa kita sedang jatuh cinta, mabuk kepayang, dimabuk cinta, dan sebagainya, karena memang ketika kita jatuh cinta, efeknya secara biologis bisa desebut kegilaan sesaat. Efek dophamine ini membuat perbedaan antara cinta dan kegilaan sangat tipis, sehingga bisa disebut jatuh cinta = tergila-gila, alias memang jadi gila. Jadi dengan jatuh cinta anda bisa dikatakan memilih jadi gila, dan bahkan memilih jadi buta, karena kata Shakespeare (sori kalo salah eja) cinta itu buta. Alasan pertama saya sebut cinta itu bodoh.

Sampai sekarang saya heran kenapa para pujangga sangat begitu hebat dalam mendefinisikan apa itu cinta, mereka mengumbar secara gamblang kebodohan, kemunafikan, kemesuman dan kenajizan cinta, tetapi merekalah orang2 yang mengiklankan cinta sehingga menjadi fenomena dunia seperti sekarang ini. DASAR ORANG2 MUNAFIK FANATIK!!! YANG SUDAH TAHU SESUATU ITU SALAH TETAPI TETAP MEMBELA KESALAHAN TERSEBUT. MENUTUP DIRI ATAS SUBJEKTIFITAS SUATU OBJEK. MEREKA BISA SAYA BANDINGKAN DENGAN PARA TERORIS ISLAM FANATIK, KOMUNIS FANATIK, KRISTEN FANATIK, ANARKIS PERUSAK!!! Mereka tahu akan suatu yang salah tetapi menyerahkan diri pada kebohongan semu berujung penderitaan. Tahu akan suatu kesalahan tetapi merubahnya menjadi suatu roman sambil mengiklankannya, bukankah ini suatu perbuatan yang tidak bermoral!!!

Shakespeare tahu bahwa cintalah yang membunuh Romeo dan Juliet tetapi dia membuat cerita ini seakan begitu mengasyikan. Dia membuat kita menikmati tragedi ini sambil membenarkan cinta itu, sumber kematian itu, sumber racun yang diminum oleh Romeo, racun sebenarnya ada dalam diri mereka sendiri bernama CINTA!!! Para pujangga ini bisa disandingkan di pengadilan perang bersama Radovan Karadzic yang baru tertangkap. Karena mereka telah meracuni dunia dalam level yang sama dengan racun yang dimakan hawa dari pohon pengetahuan.

Kapan pertama kali sebenarnya kita mengenal cinta? Antropolog Jerome Inkiriwang dalam tesisnya “The Caveman Theory” (Inkiriwang, 2003) Mencoba menelisik cinta ini dari jaman prasejarah. Walaupun theory ini masih kabur dan banyak ditentang terutama ketika Inkiriwang mempresentasikannya didepan anggota Royal Society, tetapi theory ini layak di indahkan karena dalam penelitiannya, Inkiriwang meneliti bahkan sampai perilaku suku-suku primitif dari pedalaman Afrika sampai Asia. Dalam disertasinya, Inkiriwang menceritakan bahwa manusia dalam perkembangannya dari spesies yang rendah melewati tahapan biologis dalam syarafnya sampai pada titik ketika mereka mengenal cinta.

1. Tahap pertama dia sebut sebagai tahap kebinatangan, dimana pada tahap ini, manusia pra sejarah masih memperlakukan seks seperti binatang lain, suatu rutinitas, paksaan insting untuk meneruskan keturunan. Pada tahap ini, seperti species lain, manusia memerlukan pengorbanan dalam menyalurkan instingnya ini. Seperti pada beberapa species, mereka harus bertarung sampai mati, pada beberapa species lain, mereka harus saling mempertunjukan kebolehan, untuk menarik lawan jenis. Contohnya, badak dan hyena harus betarung untuk memperebutkan pasangan, dan burung merak melakukannya dengan mempertunjukan bulu-bulu ekornya yang indah. Tahap ini, jantan manusia harus bertarung dengan pejantan lain untuk memperebutkan betina sehingga “survival of the fitest berlaku juga dalam perebutan pasangan” (Inkiriwang, 2003).

2. Tahap berikut adalah tahap kesenangan, dimana manusia memperlakukan seks itu bukan lagi sebagai keharusan tetapi kenikmatan, karena ontak manusia sekarang cukup pintar untuk menyadari hal tersebut. Tetapi tetap pada saat ini, persaingan malah lebih ketat. Para wanita yang punya daya tawar lebih tinggi, sekarang merasa bahwa saling berkelahi untuk mendapatkannya sekarang tidak lagi cukup. Para wanita sekarang meminta lebih. Mereka menginginkan sumber daya lebih dari para pria, berupa makanan atau tempat tinggal atau keamanan untuk jasa meneruskan “insting” dan sarana kesenangan yang mereka tawarkan. Hal ini membawa keuntungan tersendiri bagi perkembangan manusia, karena dengan keadaan ini, para pria dituntut untuk bekerja lebih keras, memutar otak untuk memuaskan para wanita, sehingga memungkinkan lahirnya sistem ekonomi yang lebih canggih, yang mungkin saja menjadi penyebab berubahnya leluhur kita dari para pemburu dan pengumpul (hunter and gatherer) menjadi Petani yang sudah bermukim. Sampai pada level ini, belum ada yang namanya cinta. Yang ada hanyalah sistem tawar menawar antara yang punya sumber daya yang satu dengan sumber daya yang lain (Pria punya kekuatan dan wanita punya daya tarik). Antara para pria dan wanita. Sistem ini bekerja begitu sangat baik, sehingga membawa leluhur kita pada lompatan evolusi yang begitu besar yang merupakan lompatan kebudayaan terbesar yang membuat mereka mampu berpindah dari gua2 primitif kepemukiman yang lebih baik.

Lalu datanglah seorang pria paling pintar pada waktu itu, yang melihat bahwa dia bisa memanfaatkan situasi lemahnya sisi emosi wanita. Dia datang dengan gagasan bahwa dia tidak perlu saling tawar menawar dengan wanita untuk mendapat jasa dari wanita. Bahwa wanita sebenarnya memerlukan sang pria, walaupun pria ini tidak memberikan sumber daya yang wanita butuhkan. Bahwa sebenarnya mereka itu saling memerlukan  walaupun tanpa ada saling tukar menukar dan tawar menawar sumber daya (BOHONG BESAR). Katanya bahwa mereka sebenarnya saling membutuhkan, bahwa mereka sebenarnya tidak bisa hidup saling berjauhan. Bahwa mereka sebenarnya harus saling memiliki. Tanpa ada kamu, aku tak ada. Bahwa tanpa adanya sumber daya apapun, kita bisa bahagia hidup bersama (Pernah dengar lagu Milky moonlight oleh Skeeter Davis? Seperti itulah kira2 keadaannya), yang sebenarnya semua itu adalah bohong besar dari si laki2 pintar agar dia tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkan jasa kesenangan dan menersukan keturunan yang ditawarkan si wanita. Dia namakan perasaan untuk saling memiliki ini sebagai CINTA. Perasaan ini membawa kita ke level ke 3 perkembangan manusia, namanya tahap percintaan.

3. Pada tahap ini lah cinta itu diperkenalkan. Bahwa wanita dan pria itu sesungguhnya harus saling memiliki. Bahwa mereka bisa hidup bahagia walaupun makan sepiring berdua, walaupun beralaskan bumi dan beratapkan langit asalkan bersama2, mereka akan bahagia… (BODOOOOH). Richard Dawkins dalam teory “meme” memaparkan bahwa ide itu menyebar seperti virus. Demikianlah ide cinta pada waktu itu. Menyebar ke seluruh penjuru dunia dimana manusia pintar (homo sapiens) bermukim dan para pria mendapat keuntungan luar biasa dari ide yang tersebar ini. Mereka bisa mendapat sarana penyaluran kesenangan dan penerusan keturunan dengan biaya yang lebih murah dari pada sebelumnya. Meme yang baru ini membuat system yang lama hancur berantakan dan membuat evolusi manusia berjalan lebih pelan. Tetapi beruntung para leluhur ini mengenal cinta agak terlambat, sehingga mereka sempat meletakan fondasi bagi perkembangan kebudayaan manusia untuk menjadi lebih unggul diatara semua spesies lain. Pada awalnya system yang baru ini tentu saja menguntungkan kaum pria. Tetapi setelah waktu berlalu dan setelah meninggalnya sang pria paling pintar penemu cinta tadi, lupalah para pria bahwa sebenarnya cinta ini diciptakan untuk menjebak wanita untuk kesenangan para pria. Pria kemudian terjangkit meme yang dari wanita. Sebelumnya mereka menganggap bahwa sumber daya itu yang utama (emang benar) tetapi sekarang mereka terjebak dalam perangkap yang mereka buat sendiri. Mereka sekarang lebih mendahulukan cinta dari sumber daya untuk terciptanya suatu hubungan harmonis antara 2 individu dalam masyarakat. Bencana besar terjadi. Cinta menyebar bagaikan virus. Apa yang dulu adalah suatu penemuan yang hebat sekarang berubah menjadi boomerang. Manusia tidak lagi bisa mengontrol cinta itu, karena sudah membekas terlalu dalam di sanubari. System ini sudah terlalu akut menyebar sehingga sampai2 kita lupa bahwa itu adalah penyakit tetapi memperlakukannya sebagai sesuatu yang manusiawi.

Bayangkan saja, kita mendengar bahwa ada teman kita yang mati bunuh diri karena cinta dan kita cuma berkata; “yah, kenapa sebodoh itu.” Nyata2 penyakitnya didepan kita, kita katakan bahwa dia bodoh, tetapi penyakit sebenarnya adalah cinta yang dia rasakan. Korban pertama yang dicatat dalam sejarah dari perasaan ini, tidak tanggung2! satu kebudayaan musnah total gara2 penyakit cinta. Korban tersebut adalah peradaban Troya. Hilang tak berbekas karena cinta Paris kepada Helen yang berujung pada perang berkepanjangan, memakan korban jiwa, dan memakan korban satu peradaban Troya yang musnah. Karena cinta, manusia bukan saja saling membunuh, tetapi memperkenalkan cara membunuh, taktik membunuh yang efisien yang terus terbawa dalam peradaban. Cara menghancurkan dari dalam seperti Kuda Troya, adalah suatu ironi bahwa cinta sebenarnya membunuh kita dari dalam. Kuda Troya tidak menyerang dari luar, tapi langsung dari dalam diri. Sebagaimana manusia. Cinta menghancurkan dan menyerang kita dari dalam.

Setelah Troya, jutaan orang lagi akan mati gara2 cinta. Cleopatra yang menundukan hati Caesar dan Anthony, hampir saja menghancurkan Romawi dengan membawa REpublik tersebut kearah perang saudara. Lous XVI telalu mencintai Marie Antoniete sehingga lupa diri bahwa dia sebenarnya sedang membawa tahtanya ke kehancuran revolusi perancis. Tsar Nicholas, terlalu mencintai Tsarina-nya walaupun tahu bahwa dia sedang dibawang pengaruh Rasputin, lupa diri dan membawa tahtanya ke kehancuran Revolusi Bholshevik. Marcos, terlalu mencintai Imelda, sehingga dia harus lari tunggang langgang ke Hawai. Banyak lagi korban lain, yang disembunyikan atau diacuhkan oleh dunia, karena mereka tidak suka menyalahkan cinta sebagai kambing hitam dari semua kekacauan yang terjadi didunia ini. Karena itu saya sebut cinta sebagai hal bodoh.

Setelah kita mempelajari bahwa cinta itu bodoh, kita akan sampai kepada kesimpulan bahwa:

1. Dari asalmulanya, cinta itu selalu tentang seks. Saya pernah jatuh cinta, jadi saya tahu bahwa pada saat anda jatuh cinta (saat dophamine dan kegilaannya menguasai pikiran anda), anda tidak memikirkan seks sama sekali. Tetapi percayalah, ujung2nya selalu adalah tentang seks. Karena seperti yang kita pelajari sebelumnya, seks adalah intsing yang kita terima dari nenek moyang kita untuk meneruskan keturunan. Dan tentu saja, karena otak cerdas kita melihat seks sebagai kesenangan. 2 fondasi diatas yang membawa kita kelevel paling tinggi diantara semua binatang yang berjalan terbang, melompat dan merayap diatas bumi. Seperti kesimpulan Inkiriwang bahwa dari ke 3 tahap perkembangan pemikiran manusia yang dipaparkan diatas, paling pertama adalah tentang meneruskan keturunan (seks), kemudian adalah mengenai otak pintar kita yang memprogram bahwa seks itu bukan saja rutinitas tetapi juga kesenangan (lagi-lagi tentang seks), lalu kita melompat ketahap berikut bahwa kita perlu saling memiliki, perlu saling menyayangi (kali ini tentang emosi) dan kita namakan itu cinta. Jadi sebenarnya cinta itu adalah seks yang dibungkus emosi. Kalau saya pakai kata dibungkus anda bisa modivikasi dengan kata di pilin mungkin, atau seks yang di rumitkan dengan emosi. Tetapi tanpa seks, cinta itu kehilangan fondasinya. Rumah tanpa fondasi akan hancur. Jadi cinta itu memang tentang seks. Ya, anda bisa katakan, saya sangat mencintainya, saya sungguh sangat mencintainya, sehingga saya tidak mungkin melukai perasaannya dengan berbuat yang tidak senonoh dengannya. Tetapi anda sadar nda bahwa anda mencintainya karena seks. Contoh, anda seorang pria. Anda pria normal. Anda tidak akan pernah mencintai seorang pria, karena anda tau anda tidak mungkin melakukan seks dengannya. Anda tidak mungkin mencintai sebuah kursi, karena anda tahu anda tidak akan pernah mencapai kepuasan seks dengan sebuah kursi.Atau, anda tidak mungkin mencintai seekor anjing, karena anda tahu bahwa dia bukan sarana penyaluran seks yang tepat. Anda hanya akan mencitai seorang wanita karena ada 2 fondasi diatas. Pertama bisa menyalurkan insting anda sebagai pembawa gen anda dan membuat keturunan untuk memenuhi bumi. Kedua, anda tahu bahwa nantinya bila anda sampai ketahap itu… anda akan bercinta dengannya dan otak pintar anda mengatakan bahwa anda akan menikmatinya. Setelah kedua fondasi diatas terpenuhi, anda sampai ketahap berikut dari tahap The Caveman Theory yaitu seks yang dibungkus emosi bernama cinta.

2. Cinta menciptakan kebodohan. Pernah nonton the Matrix? Dalam the matrix sang arsitek Matrix tawarkan 2 pintu untuk neo. Yang satu bisa selamatkan Zion, yang satu bisa selamatkan orang yang dia cintai; Trinity. Bisa ditebak dia pilih pintu yang menyelamatkan trinity. Sang Arsitek menanggapi dengan berkata bahwa emosi bernama cinta membuat manusia memalingkan muka dari kenyataan dan keabsahan yang memang nyata2 nampak. Kita rela merugikan sumber daya kita untuk cinta. Kita rela membuang sumberdaya yang terbatas hanya untuk perasaan tersebut. Kita rela buang pulsa untuk menelpon hanya untuk bertanya: “sudah makan?” Padalah secara ekonomi, perbuatan ini tidak akan pernah bisa dibenarkan. Ada yang bahkan rela melintasi benua dan samudra hanya untuk bertemu, bertatap muka dengan yang dicintainya, bahkan rela mati, bayangkan betapa bodohnya hal tersebut. Anda tidak akan menemukan satu pembenaran logis pun atas perbuatan ini, saya tantang kalau anda bisa. Yang hanya bisa dijadikan pembenaran hanyalah kata-kata bodoh ini: “Akukan sayang, jadi apa pun dia minta aku penuhi.” Coba bayangkan, kata2 diatas sama bodoh dengan ketika anda memukul seseorang dan ketika anda ditanya kenapa anda memukul, anda jawab; “wajahnya jelek, jadi saya pukul.” Kadang2 kita juga membenarkan keberadaan cinta karena katanya itu manusiawi. Ya, betul cinta itu manusiawi, tetapi apakah semua yang manusiawi harus diterima? Kematian dan penyakit, kemarahan, kelelahan, kealpaan, keteledoran, semua itu adalah hal2 yang alami. tetapi kita tetap berusaha menghindari dari padanya karena kita tau walaupun itu alami tetapi harus dihindari karena memberikan efek negatif. Nah, ketika datang sesuatu yang bisa merugikan kita walaupun itu alami, bukankah sebagai manusia berpikiran kita harus menghindarinya seberapa alaminya hal tersebut.

3. Cinta itu fana

Satu hal tentang cinta adalah dia itu fana. Pertama, dari sudut pandang evolusi. Cinta itu fana, karena ketika kita mati maka….. habislah sudah, game over. Kita sudah tak ada lagi. Sebagaimana diri kita hilang, cinta tersebut juga lenyap. Dari sudut pandang agama. Cinta itu fana karena: Katanya sorga itu senang. Ketika kita hidup didunia, kita sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat mencintai istri kita, suami kita atau pasangan kita. Tetapi, masuk sorga adalah urusan pribadi. Ketika saya masuk sorga, belum tentu yang saya cintai masuk sorga. Tetapi ketika dia tidak masuk sorga, belum tentu istri kita masuk surga. dan ketika saya masuk, entah bagaimana, saya akan melupakanya. Saya akan senang disorga dan melupakan bahwa dia sedang menderita dineraka, atau bahkan saya lupa kalu dia memang pernah ada. Jadi, rasa cinta saya akan lenyap suatu waktu walaupun saya nantinya akan hidup kekal. Anda bisa bilang bahwa oohh nanti kita kan hidup kekal! Yes, that’s right brother! Tetapi, rasamu cinta tidak akan kekal. Cuma sampe kapan? Sampe anda mati.

4. Cinta itu bisa menuntun pada imoralitas.

Suatu waktu saya pernah berbincang2 dengan teman saya tentang teory saya ini. Dia tanya: Kong bagaimana dang ng pe mau (lalu maumu apa)? Torang samua baku binci (kita semua saling membenci), baku tumbu (saling pukul). Yang salah darinya bahwa dia berpikir masyarakat tidak akan ada tanpa cinta. Saya tanya, coba pkir,apakh nanti disorga kita akan saling mencintai (Cinta eros) macam dibumi. Apakah ada pacaran disorga? Masyarakat sorga tersusun tanpa adanya ni cinta (seks berbalut emosi) ini. Tetapi masyarakt itu tetap ada. Kesalahan kita berpikir bahwa tanpa cinta masyarakat itu tidak ada, sebenarnya itu salah. Society still can prevail without love. Kesalahan yang besar apabila kita menyamakan cinta dengan moral. Cinta itu sangat jauh dengan moral. Saya tidak mencintai si B misalnya, tetapi tidak berarti saya akan mendzolimi si B. Karena moral saya katakan, jangan saya dzolimi si B. Tetapi ketika saya citai si A, dan direbut si B, saya bisa saja punya pikiran untuk mendzolimi si B. Kali ini cinta menutup mata saya akan nilai moral. Karena itulah saya katakan cinta bisa saja menuntun kepada imoralitas. Kadang cinta bersilangan dengan nilai moral. Dia membuat anda lupa akan nilai moral. Coba hitung dech berapa banyak kasus pembunuhan karena cinta, berapa banyak kasus bunuh diri karena cinta, berapa banyak kasus pencurian karena cinta, berapa juta koruptor yang mengorupsi uang rakyat karena terlalu cinta terhadap istrinya, berapa banyak kasus perkosaan karena cinta, berapa banyak perang karena cinta, berapa banyak pasien rumah sakit jiwa karena cinta… Cinta itu lebih membunuh dari kanker.

Cinta itu virus, bahkan D’masive apunya lagunya: CINTA INI MEMBUNUHKU. Muka Om!!!!

Sekarang, masih berpikir bahwa cinta itu bukan kebodohan?

jangan sampai Jatuh dan Patah berulang-ulang ya?? Gubraakkk … heehee

Kebodohan yang lain: Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: